Blog ini ada sejak tanggal 5 Mei 2010 dan didedikasikan untuk keberhasilan proses pendidikan di SDN SIRNOBOYO Kec. Benjeng Kab. Gresik, Thanks to Blogspot dan box.net

Jumat, 21 Mei 2010

CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF

| Jumat, 21 Mei 2010 | 0 komentar

CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF terletak pada kunci – kunci di bawah ini, yaitu :

A. Proses belajar mengajar yang menyenangkan
Belajar yang menyenangkan tentu saja akan membuat anak tertarik dan tidak akan membuat mereka jenuh. Terutama bagi anak usia dini. Lebih baik untuk menunda kegiatan belajar apabila kita belum bisa menciptakan suasana menyenangkan bagi anak. Karena apabila kita memaksa anak untuk belajar dalam situasi yang menegangkan, hal itu dapat membuat anak frustasi dan menjadi tidak mau belajar, karena merasa trauma dan ketakutan.Pemaksaan bahkan bisa melumpuhkan sel syaraf yang terdapat di otak anak.
Setiap pendidik pasti mengharapkan agar anak mendapatkan hasil belajar yang optimal, dan hal itu hanya akan didapatkan apabila anak mempunyai ketertarikan pada apa yang kita ajarkan. Caranya yaitu dengan belajar sambil bermain, bercerita,bernyanyi dan lain sebagainya. Alat peraga : coklat warna warni.
B. Kasih Sayang
“Kasih sayang melahirkan kecerdasan”, hasil dari sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pembentukan otak dan perasaan sangat terikat erat pada kasih sayang yang diberikan kepadanya semasa ia berada di dalam kandungan sampai kasih sayang yang ia dapatkan setelah ia lahir dan tumbuh dewasa.
“Autis” adalah salah satu contoh sebagai akibat dari kurangnya kasih sayang. (Autis terjadi akibat kurang terhubungkannya syaraf –syaraf di pusat otak yang berisi emosi yang mengisi gerakan rasional dan pikiran logis). Hilangnya perasaan cinta pada awal kehidupan juga dapat melemahkan kekuatannya dan membuat pengaruh yang fatal pada otak. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil penelitian bahwa ukuran otak anak yang jarang tersiram kasih sayang dan jarang diajak bermain lebih kecil 30% daripada anak normal pada usia yang sama.
C. Disiplin
Disiplin merupakan salah satu elemen penting agar terciptanya efektifitas belajar. Namun disiplin juga harus diterapkan secara konsisten dan ber”sinergi”. Konsisten atau istiqomah diperlukan dalam proses penerapan disiplin. Hilangnya konsistensi akan menghancurkan upaya kita dalam menegakkan disiplin.Satu contoh ,misalnya kita menginginkan satu bentuk tertentu pada sebuah pohon. Kita dapat membentuknya dengan mengikat dahan pohon tersebut dengan tali atau kawat. Namun bayangkan apa yang akan terjadi apabila dalam waktu yang singkat kita telah membuka ikatan itu ? tentu dahan pohon yang diikat tadi akan kembali seperti keadaan semula, bahkan mungkin akan bergerak lebih jauh dari posisi semula. Akan tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan kita akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Itulah sebabnya kenapa pendidikan harus dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit sampai anak memahami apa yang kita ajarkan. Karena pendidikan adalah sebuah proses yang sangat panjang dan tak berujung. Alat peraga : tanaman.
Selanjutnya kita akan menjelaskan tentang arti dari kata “sinergi”. Sinergi adalah satu bentuk penyatuan energi dari semua pihak yang berkepentingan, dalam hal ini yaitu kerjasama yang berkesinambungan antara orang tua,pihak sekolah serta lingkungan (kakek nenek, saudara, teman bermain, dll). Artinya pendidikan bukan hanya merupakan tanggung jawab orang tua saja, atau tanggung jawab sekolah saja, akan tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama,sehingga dalam pelaksanaan disiplinpun harus ada koordinasi yang baik dari semua pihak.
Alat peraga : gambar
D. Hukuman dan Ganjaran
Hukuman dapat diterapkan apabila anak tidak mematuhi aturan yang telah disepakati / tidak disiplin, dengan tujuan agar anak tidak mengulangi perbuatannya.
Ganjaran / hadiah diberikan kepada anak ketika anak berhasil melakukan perbuatan yang baik (menurut norma agama ataupun norma yang berlaku di masyrakat), dengan tujuan untuk memotivasi anak agar mereka mempertahankan bahkan meningkatkan perilaku baiknya menjadi lebih baik.
Setelah kita bahas tentang kunci-kunci keberhasilan dalam cara mengajar yang efektif, maka berikutnya kita akan menguraikan tentang cara-cara mengajar yang efektif.
1. Cara Memupuk Minat Baca
1. Memperkenalkan anak pada buku – buku bergambar dan penuh warna.
2. Menceritakan isi buku tersebut.
3. Menyimpan buku- buku tersebut di tempat yang mudah diraih anak.
Puncak kemampuan anak untuk menyerap informasi berada pada puncaknya ketika anak berusia 2-3 tahun. Lebih mudah mengajar anak usia 3 tahun daripada anak 4 tahun. Lebih mudah anak 4 tahun daripada 5 tahun dan seterusnya.
Selain membaca anak usia dinipun bisa diajarkan menulis. Namun tetap didasarkan pada pemahaman bahwa belajar merupakan suatu proses bukan pemaksaan. Alasannya, untuk belajar menulis perlu penguasaan dan pengembangan motorik halus. Untuk itu kita bisa mulai menstimulasi anak dengan cara : bermain air, bermain tanah liat, stempel dengan menggunakan jari, bermain plastisin, dan semua kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik anak. Yang penting Seluruh kegiatan perlu diperhatikan unsur kesiapan anak, unsur bermain, dan unsur kesenangan. Supaya anak tidak mudah bosan, kita perlu mencari tahu apa yang menarik bagi anak. Kita juga perlu menyadari bahwa anak mempunyai keterbatasan konsentrasi. Semakin muda usianya semakin sedikit pula daya konsentrasi anak.
Buku – buku yang menarik bagi anak adalah :
• Ilustrasinya menarik
• Kata – kata atau teks yang besar – besar dalam bahasa yang baik
• Berwarna
Cara membacakan cerita / mendongeng :
 Membacakan cerita / mendongeng dalam suasana hati yang baik
 Melakukan kegiatan tersebut dengan penuh rasa pengabdian pada anak
 Melakukan dengan ekspresif
 Ucapkanlah kata – kata dengan jelas
 Ajukanlah pertanyaan kepada anak-anak dengan spontan.
 Merahasiakan jalan cerita
Mendongeng merupakan kegiatan positif yang banyak manfaatmya, maka jadikanlah kegiatan itu sebagai sarana untuk mengantarkan anak-anak ke gerbang kesuksesan dengan kenangan indah dari masa kecilnya.



B .Mengasah sikap kritis dan kreatif

Cara - cara untuk mengembangkan sikap kritis dan kreatif anak, antara lain :

1. Memberikan anak kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Agar ia dapat mengembangkan segenap potensinya untuk berfikir dari hari ke hari dan semakin terampil mengelola pikirannya.
2. Memberikan keleluasaan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa.
3. Memberikan informasi sebanyak mungkin kepada anak.
4. Memperkenalkan anak kepada teknik mengemudikan otak.
Mengemudikan otak bisa diibaratkan dengan mengemudikan sebuah mobil. Dimana disitu kita mengenal pedal gas, rem ,kopling dan lain- lain. Dari situ kita bisa mengajarkan anak untuk mengoperasikan perangkat perangkat tersebut secara bijaksana, sesuai dengan kebutuhannya.
Contoh kegiatan yang dapat mengasah keterampilan berfikir anak yaitu : membuat perangkat susun cerita dari potongan – potongan gambar seperti ini.
Alat peraga : *Beberapa potongan gambar / foto
* Judul gambar
C . Bermain sambil belajar
Bermain adalah haL yang paling disukai oleh anak. Namun dalam bermain itu ada 5 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memilih mainan anak, yaitu:
1. Fisik motorik
2. Kognitif atau kecerdasan
3. Afektif atau emosionalquotient (EQ)
4. Sosial
5. Spiritual (SQ)
Aspek fisik dapat kita beri nutrisi yang baik dari makanan – makanan yang bergizi. Lalu setelah itu kita dapat mengoptimalkan potensi anak salah satunya dengan memberikan mainan yang tepat. Dalam hal ini orang tua perlu mengawasi dengan cara ikut terlibat dalam permainan anak. Mis : bermain petak umpet. Dalam permainan ini anak dituntut untuk berfikir bagaimana ia mencari persembunyian yang aman agar tidak cepat ketahuan (kognitif). Setelah itu anak juga belajar untuk menerima kekalahan ketika ia harus bergiliran jaga (afektif). Aspek sosial juga terdapat di dalam permainan ini.Dengan keterlibatan semua anggota keluarga tentu saja akan mengakrabkan hubungan kekeluargaan. Secara spiritual anak diajarkan tentang kejujuran dalam bermain, yaitu tidak boleh curang. Dan untuk masalah fisiknya, disini anak dilatih untuk bergerak cepat ketika ia harus bersembunyi, dengan cara berlari, melatih kelenturan tubuh ketika ia bersembunyi di tempat yang sempit dan lain sebagainya.
Contoh mainan mainan yang bermanfaat ,ialah : permainan permainan dalam lomba tujuh belasan, bekel, lego, dll.
Kepuasan dalam bermain dapat memupuk rasa percaya diri anak. Bermain juga mampu memancing kreatifitas dan imajinasi anak. Jadi tidak perlu takut anak tidak menjadi pintar karena banyak bermain akan tetapi ternyata banyak manfaat positif yang akan kita dapatkan dengan bermain. Tinggal bagaimana kreatifitas kita dalam memilihkan mainan dan mengarahkannya sehingga mendapatkan hasil yang optimal.

D. Mengenal dan mendidik anak berbakat
Sepintas anak berbakat dengan anak hiperaktif memang mirip. Yaitu lincah,aktif, tak sabaran dan gemar bertanya/ namun ada perbedaan diantara keduanya.

Anak Hiperaktif Anak Berbakat
*lincah tapi tdk terarah *lincah terarah / dinamis
*Tidak dapat berkonsenterasi *penuh konsenterasi
*gemar bertanya tapi,tidak *selalu menuntut jawaban yang rasional
peduli akan jawaban
*aktivitasnya tidak mempunyai *aktivitasnya selalu mempunyai tujuan
tujuan yang jelas

Anak berbakat sangat memerlukan pengarahan yang benar secara berkesinambungan, karena kebutuhan, minat, dan perilaku anak akan berubah- ubah seiring dengan waktu. Semakin banyak kesempatan yang diberikan,ia akan semakin berkembang. Ciri-ciri anak berbakat ;kreatif,imajinatif,jangkauan pemikiran ke masa depan, dan selalu mencari dan mempelajari sesuatu yang baru. Mereka rata-rata pandai di semua bidang study dengan IQ minimal 130 dan CQ (creative quotient) 250.
Berbakat tidaknya seorang anak terkait dengan spesialisasi kerja belahan otak kiri, kanan, muka dan belakang.Fungsi otak kiri :untuk berfikir rasional, analitis, berurutan,linear dan saintifik(belajar membaca, aspek berhitung).Fungsi otak kanan: berfikir holistik, spasial, metaporik,dan lebih banyak menyerap konsep matematik, sintesit, mengetahui sesuatu secara intuitif dan elaborasi. Pada anak berbakat kinerja keempat belahan otak bekerja sama baiknya. Dan apabila lingkungannya menunjang dan mendapatkan bimbingan yang memadai anak seperti ini akan sangat berguna bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga dan masyaarakat sekitarnya. Namun apabila kebutuhan mereka tidak terpenuhi maka tingkah lakunya bisa menjurus ke hal – hal yang negatif. Suatu penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 70% narapidana memiliki IQ rata – rata 135 ke atas, sementara IQ rata – rata orang normal hanya sekitar 90. Kesimpulannya para napi ini tidak terpenuhi kebutuhan psikologisnya pada masa kanak – kanak mereka.
Pengajaran pada anak berbakat sangat dianjurkan menggunakan kurikulum berdiferensi yang dirancang khusus . tapi tidak menyimpang dari yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya dalam pelajaran sain, selain teori, sisa waktu sebaiknya digunakan untuk membuat kliping yang membutuhkan gambar ,penelitian ,pencarian di ensiklopedia, wawancara dll. Semua pelajaran dibuat menarik melalui proses “Learning by doing” atau “ Learning by playing”,agar anak tidak cepat bosan. Dengan ini mereka akan terlatih memilih alternatif tertentu dalam menghadapi masalah. Ia juga akan berfikir secara hipotesis, bisa meramalkan dan mengantisipasi apa yang belum dan akan terjadi berdasarkan fakta. Anak juga harus dilatih berani bertanya serta sering diminta untuk menceritakan pengalamannya di depan kelas tanpa rasa malu.
Untuk melakukan metode tersebut seharusnya guru aktif, kreatif serta mempunyai wawasan yang luas, yang dapat diperkaya dengan membaca, ikut seminar dll. Sehingga pengetahuannya tidak kalah dengan murid. Dan apabila tidak tahu jangan sampai kita pura – pura tahu, lebih baik jawabannya dijanjikan untuk dicarikan terlebih dahulu.
Anak merupakan sumber alam yang paling berharga, oleh sebab itu mereka butuh dihargai,diakui dan dihormati agar ia memiliki harga diri yang tinggi, cakap, dan mandiri dan termotivasi untuk maju.

Dikutip dari http://diarihani.blogspot.com

0 komentar :

Poskan Komentar

Beri Komentar dong....!

 
© Copyright 2011. sdn-sirnoboyo.blogspot.com